Senin, 12 Januari 2015

Long time no see, Dufan!

Assalamualaikum, apa kabar? Liburan akhir tahun kemarin saya memakai masa cuti saya untuk ke dufan. Tumben kan posting jalan-jalan, aslinya sih saya anak rumahan kekeke. Karena waktu itu sepupu dateng dari Tangerang, kita memutuskan membuat momen liburan makin menyenangkan.

Alhamdulillah senin itu, 29 desember 2014 cerah. Sebelumnya kita mau berangkat tanggal minggu tanggal 27. Tapi karena cuaca tidak mendukung, jadi diundur.

Saya, Uci (adik saya), Seno dan Dodo (2 sepupu saya) sepakat ngecer. Dari cikarang ke dufan relatif gampang kok jalannya. Pertama, dari tol cikarang barat, naik elf nomor 59 turun di UKI. Dari UKI langsung naik busway turun di ancol pintu timur. Ohh iya waktu naik busway mesti transit dulu di kampung melayu.

Btw, saya baru tahu sekarang busway sudah pakai kartu. Kayaknya terakhir kesana masih pake tiket kertas. Kapan yaa? sekitar setahun yang lalu. Waktu oppadeul suju dateng buat SS5 kekeke



But, don't worry about the card. Disana udah dijual kok kartunya. Harganya 40ribu. Saldo dalam kartu itu sendiri ada 20ribu. Kalau habis tinggal di top-up atau isi ulang. Kartunya bisa digunakan untuk siapa saja, dan masanya berlaku nggak terbatas.

Sampai pintu masuk ancol, kita bayar 25ribu per orang buat masuknya. Terus jalan sekitar 20 meter kali yaa, nggak jauh kok, sampai deh di pintu masuk dufan. Sekarang dufan tiket regulernya udah 270ribu, buat annual pass 350ribu. Mahal yaa? Huft..

Kita sampai!!

(penampakan pertama menginjak dufan)

(pinjem v-sign donghae)

Dufan sudah buka dari jam 10. Musim liburan kali yaa jadinya dibuka lebih cepat. Kesan kedua lihat dufan adalah pangling. Bener-bener pangling. Saya pertama kali ke dufan waktu TK, sekitar tahun 1999. (Udah lama juga yaa, nggak nyangka saya udah tua).

Wahana pertama, kita pilih kora-kora. Perahu-perahuan yang bisa maju mundur naik turun (bisa ngebayangin nggak kata-kata saya?). Wahana yang cukup ekstrim, apalagi pas mundur. Kita serasa pengen jatuh. Saat itu kita juga bisa lihat karet ban dibawahnya, yang digunakan sebagai alat penggerak kora-kora.

Turun dari situ otak serasa nyut-nyutan. Gimana enggak? Kita diayunkan dengan ketinggian tidak manusiawi. Otak mikirnya udah kayak pengen jatuh aja. Tapi untungnya, itu ayunannya nggak sampai muter 360 derajat. Ngeri banget kalo seandainya bisa muter. -_-''

Wahana kedua naik ontang-anting. Seno bilang ini wahana seru, dia sebelumnya naik ini sampai ngulang 7 kali. Kalau Uci adik saya udah takut duluan. Katanya duduknya sendiri-sendiri, nggak bisa meluk mbak kayak di kora-kora. Manja ya? Udah SMP padahal. Kekeke~

Dan ternyata sepupu saya yang badannya bongsor melebihi saya itu bohong! Saya sama sekali nggak nikmatin wahana ini. Kenapa? Karena udah mikir yang nggak-nggak duluan. Waktu wahana ini jalan, entah bunyi mesin apa bunyi rantainya yang agak berat, bikin kita selain diayun juga digoncangkan sedikit. Saya mikirnya udah ke film final destination aja. T.T

Tujuan ketiga adalah istana boneka. Mungkin ini jadi wahana favorit saya hehehe. Dengan naik perahu-perahuan kecil seperti canoe kita mengarungi sungai  yang banyak bonekanya. Disitu bonekanya memakai pakaian adat daerah dan negara lain juga ada. Saya paling suka yang pakai hanbok (baju traditional korea). So cute.

Jujur yah, saya betah banget. Habisnya disitu sejuk, adem, ruangannya wangi, plus diiringi lagu anak-anak sepanjang perjalanannya. Saya pengen naik lagi. Tapi anak-anak udah keburu ngacir pengen naik wahana lain.

Setelah itu makan siang. Saran aja, kalau mau seharian di dufan, lebih enak bawa bekel dari rumah. Karena makanan di dufan mahal-mahal. Udah mahal sedikit pula. Dijamin nggak kenyang.

Selesai makan siang, kita naik alap-alap. Wahana seperti halilintar, tapi ini versi kecilnya. Tapi jangan underestimate dulu kawan-kawan. Kereta ini begerak cepat dan jalannya nggak selalu lurus. Ada rel yang miring, dan pastinya akan bikin kita merasakan sensasi "pengen jatuh".

Selesai alap-alap, kita berempat ke rumah jahil. Rumah yang isinya kaca disetiap sisinya. Begitu masuk kita harus mencari jalan keluarnya. Dan itu nggak mudah! Saya pertama nyoba, ambil jalan asal-asalan langsung bisa keluar. Tapi saya disuruh mbak-mbaknya masuk lagi, karena saya keluarnya lewat pintu masuk. Maluuu (padahal udah bangga diri, bisa keluar)

Sebelum itu mbak-mbaknya ngasih petunjuk, lewatin jalanan yang kecil dan sempit. Yap, kita berhasil sih, tapi entah itu berapa lama. Kita aja sempet pisah. Uci udah panik aja, takut nggak bisa keluar.

Destinasi selanjutnya rumah ajaib! Dimana pas kita masuk, nggak akan berlaku hukum gravitasi (say goodbye to isaac newton theory). Jadi begitu masuk kedalam kita berdiri miring.

(penampakan dodo dirumah ajaib)

Bohong deh. Kita nggak akan kehilangan gravitasi kok kawan. Memang rumahnya yang di design miring. Sementara kita tetep berdiri lurus. Gambar  Dodo yang miring gitu karena taktik ngambil gambarnya aja. Saya foto dengan posisi ponsel sejajar sama lantai.

Wahana yang bikin kangen, plus satu-satunya wahana yang keinget waktu TK adalah Niagara-gara. Antriannya super sekali. Habis waktu sejam kayaknya. Tapi terbayarkan kok oleh puasnya naik wahana ini. Klimaksnya ketika turun, saran aja jangan ngambil bangku belakang. Kali ini sensasi "pengen nyusruk" yang kerasa. Bukan pengen lagi, tapi nyusruk beneran. Wahana ini nggak ada sabuk keselamatannya, tapi aman kok. 

Wahana ketujuh yang kita coba adalah baku toki, atau boom boom car. Wahana ini terbilang biasa, dan nggak ada tingkat ketegangannya. Soalnya kita sendiri yang ngendaliin permainan ini. Entah kenapa Seno, Uci, Dodo tetep suka dan entah kenapa pula masih banyak juga yang ngantri.

Jam merunjuk pada angka 4 ketika kita selesai bermain boom-boom car. Saya mengajak mereka untuk naik bianglala. Waktu itu saya kelupaan pertunjukan temple of fire. Padahal pengen banget nonton, tapi yasudahlah. Akhirnya cuma foto-foto di bianglala. Viewnya lumayan bagus sih. Soalnya waktu itu sinar matahari mengarah ke pantai. 

(Jepretan pertama!)

(muka boleh senyum, padahal itu ketakutan. Bianglala nggak secetek yang kita kira. Punya sisi ngeri juga)

Selanjutnya kita ke wahana ice age. Wahana paling rame seluruh wahana dufan. Untuk mengusir kejenuhan kita main abc lima dasar. Yang telat nebak atau nggak bisa nebak akan dapet hadiah tiga jitakan. 



Saat itu juga ada maskot dufan yang lewat memberi sapaan kepada para pengunjung, ditemani marching band, santa claus, nona dorothy (namain asal. Habisnya nggak tau)






(Ngantri ice age sejam lebih. Dodo melas banget. XD)

Masuk wahana ice age, dijamin kedinginan. Karena saya suka dingin, jadi nggak menggigil sama sekali. Kita naik perahu didalam mengarungi sungai ditemani tayangan film ice age beserta patung para hewan2nya. Permukaan sungai tiba-tiba menanjak terjal, setelah itu meluncurkan kita dengan dahsyat seperti di niagara-gara. Hasilnya adalah seru, basah, dan pengen lagi! ^_^

Next, Hello kitty adventure. Itu adalah tempat seperti bioskop. Kita akan menonton film tentang hello kitty yang mencari bola energi ke seluruh negara. Sebelumnya kita masuk lewat jalan yang dihiasi pernak-pernik hello kitty. 
Uci udah bergaya aja waktu saya ngeluarin ponsel. (terpaksa jepret)

Tiga anak ilang. Seno dibelakang ribet nyari tongsis.

Kelar nonton film, jeprat jepret lagi...



Selesai! Wahana ini menjadi penutup perjalanan seharian kita di dufan. I'll be right back, dufan~ #kantongin annual pass#

1 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus